Kategori
RETJEHAN

Ngalis

Daily Make Up atau dandanan untuk aktivitas sehari-hari itu harus terlihat sederhana, dan sesuai kebutuhan aja sih. Nggak semua dipakai juga. Kalo alis dah tebal, cukup disisir/sikat alis, gak perlu digambar lagi. Kalo bibir dah merah pink dari sononya, mungkin gak perlu lipstik lagi.

Make up juga disesuaikan dengan karakter wajah dan orangnya. Kalo karakternya tegas bebas kek saya, cocok lipstik merah membara atau shocking pink. Kalo karakter orangnya lembut, kalem, cocok warna-warna dusty. Kita yg paling paham diri kita. Kita yang paling paham kebutuhan diri sendiri.

Namun demikian, ada pakem tak tertulis. Kalo bibir kita cukup tebal, hindari warna-warna keras, merah, ungu, shocking pink, dsb. Supaya nggak jadi makin memble keliatannya. Pilih warna coklat muda atau dusty pink. Sebaliknya, bibir tipis, cocok pakai warnaΒ² keras, kurang cocok pakai warna gelap karena akan keliatan makin ciyuut kayak nini-nini.

Bedak juga. Tidak semua orang nyaman berbedak. Tidak semua orang cocok warna bedak yang sama. Sesuaikan dengan keadaan muka masing-masing. Jangan maksain diri, kulit sawo matang pake dempul putih kuning langsat. Ya jadinya kayak iklan jam tangan Benetton (tangan orang Afrika di atas tangan orang Eropa). Kulit sawo matang lebih cocok dempul warna Beige, atau satu tone di atas warna kulit asli.

Bedak menjadi tidak wajib bagi mereka yang kulitnya sangat kering. Yang wajib bagi mereka adalah Pelembab / moisturiser / serum / day cream / night cream.

Perona pipi, atau Blush On. Ada yang cocok warna peach, baby pink, atau coklat glowing. Kalo alisnya sudah tebal, bulu mata tebal, bibir merah, maka Blush On menjadi tidak wajib. Supaya nggak terlalu ramai.

Alis.

Pemilihan kualitas dan warna pinsil alis dan jam terbang ngalis menentukan hasil akhir, untuk kulit orang Indonesia sebaiknya standar coklat. Jangan nekad pakai warna hitam. Latihan ngalis pas lagi santai. Bukan pas mau kondangan baru ngalis. Sebulan sebelum kondangan, tiap hari, nonton tutorial, praktekin. Ulangi, sampai dapet hasil yang natural. Make up yang bagus itu yang proporsional, sesuai acara, sesuai karakter wajah, sesuai kostum.

Make up itu Seni, enggak ada Salah/Benar. Yang ada, cocok atau kurang cocok. Itu pun subyektif. Tergantung selera orang yang liat.

Make up, bagi saya, adalah salah satu cara mencintai diri sendiri dan menghargai orang lain. Saya akui, di usia jelita sekarang ini, apalagi pernah botak habis-habisan efek kemoterapi radiasi, saya ngerasa kurang nyaman temu tatap muka atau zoom meeting dengan muka bantal, pucat, lecek, demek.

Walaupun udah mandi tiga kali sehari. Ada saat saya merasa harus touch up, minimal eyeliner.

Saya paham banget kok, banyak dari klean yang NGGAK BISA dan NGGAK PINGIN BISA, no problem. Saya hargai pilihan klean. πŸ‘πŸ‘

Saya juga tahu banyak dari klean yang NGGA SUKA, NGGAK BUTUH, karena emang udah PEDE BANGET tampil tanpa make-up, dan saya salut! πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Kita ini, nggak suka melakukan sesuatu hal, itu bisa dikarenakan lima sebab:

1. Nggak butuh atau belum butuh, belum kepepet.

2. Nggak bisa, belum tauu ilmunya.

3. Trauma. – punya pengalaman buruk.

4. Males. – apapun motivasinya, pokoknya Males.

5. Keyakinan.

Nggak suka make up juga begitu. Bisa jadi karena nggak butuh, atau pernah punya pengalaman buruk ketika baru coba-coba ngalis. Dibully. Terus kapok. Untuk mengobati kekecewaannya, tiap liat postingan orang tentang make up, nulis deh komentar, “Aku sih nggak suka make up, mending masak dari pada ngalis.” Deuu, siapa yang nanyaa? Lu pikir semua cewek yang make-up pasti kagak bisa masak apahh. Sembarangan! πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Saya juga tahu, ada di antara klean yang meyakini Make Up itu Haram, dan saya menghargai keyakinan klean. Dengan berkomentar, “Aku sih, ngga suka make up,” apakah klean merasa lebih mulia, lebih shalihat, lebih taqwa, dari pada kami yang masih ngalis?

Postingan-postingan saya tentang Make Up semuanya adalah hanya untuk teman-teman yang suka, yang butuh, yang kepingin bisa, saja. Saya juga NGGAK ada niatan maksa or nyuruh-nyuruh klean melakukan hal-hal yang klean ngga suka, kok. πŸ˜€

Saya juga nggak jago-jago amet, bukan Make Up Artist, tapi saya punya ilmunya, punya pengalaman untuk dibagi. Make up yang Nude itu kekgimana caranya, agar supaya cuma keliatan seger aja, nggak medhok kek mo resepsi nikah.

Saya lebih suka dandan, supaya keliatan kayak emak-emak. Soalnya kalo polosan aja kliatan kayak abege, sihh. Protes, blokir! πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€