Kategori
ASAKU

Hanya Mengikuti Dorongan Hati

Jadi setelah menyerahkan berkas pendaftaran ke dua perguruan tinggi Ilmu Al Quran di Ciputat, dijadwalkan placement test – nya 26 Juni dan 1 Juli 2021 in shaa Allah, sebelum Ramadhan anakku nge-Share info kuliah syariah di Universitas Terbuka www. iou.edu.gm yang sebelum pandemi pun KBM-nya 100% daring.

Foundernya bernama Dr Bilal Philips orang Afrika berkewarganegaraan Kanada. Jadi nggak heran kalo liat dari URL-nya, kampus ini lokasi kantornya di Gambia, benua Afrika. Pengajar-pengajarnya lulusan Makkah Madinah.

Tidak ada batasan usia. Tidak ada placement test. Hanya saja, bahasa pengantarnya 100% bahasa enggres. Dan karena ijasah S1-ku bukan syariah, kalo mau gabung program postgraduate MAIS (S2) maka aku harus wajib kudu fardhu melalui 3 semester Bridge to MAIS dulu. Entar abis lulus dari BMAIS baru deh ‘nyemplung 4 semester MAIS, Master of Art Islamic Studies. Total 7 semester, kalo lancar.

Biaya pendaftaran di IOU cuma USD 10 atau IDR 145.ooo, – bisa transfer ke rekening bank perwakilan mereka di Yogyakarta dan ada nomer kontaknya juga. Jadi kalo kurang jelas, bisa nanya-nanya beliau dulu. SPPnya bisa dibilang terjangkau, 3jutaan per semester. Rupiah.

Kemarin mereka minta dikirimi ijasah S1 aku yang udah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah, dan disahkan oleh pihak universitas dan atau notaris. Aku tanya mas Adi Wira, minta rekomendasi dimana. Citralingua. Kuhubungi nomer WhatsApp nya, kenalan, dan menyampaikan hajatku. Syaratnya cuma nyerahin scan PDF ijasahku. Mereka beresin dalam 24 jam. Sudah cap dan tanda tangan notaris. Diantar ke rumahku. Biaya Rp 250.ooo.

Hari ini ditemenin anakku, kami sowan ke Kampus Gunadarma lagi, minta legalisir ijasah yang sudah diterjemahkan dan disahkan notaris. Selesainya 7 Juni 2021 in shaa Allah, dan rencananya langsung mau kubawa ke DHL sesuai rekomendasi mas Adi Wira.

Kalo ditanya, hati lebih condong pengennya belajar dimana? Jelas di IIQ or PTIQ doung, yang bahasa pengantarnya bahasa endonesah, dan waktu belajarnya (kalo lancar) cuma 4 semester. Tapi nyali ku emang agak-agak gentar bin ciyyut bin minder akutu, secara saingannya Ustadz, Habaib, yang bahasa Arabnya udeh kayak air sungai Gunung Salak, jernih lancar banget. Makdredegh! πŸ˜€

Aku tetep sih, masih lanjutin, ikhtiar, usaha, belajar, nerusin kursus bahasa Arab intensip. Percakapan, nahwu, shorof. Baca Quran mulai bisa tadabur maknanya, dikiit-dikiit. Mulai berani baca kitab gundul walaupun masih banyakan salahnya dari pada benernya. πŸ˜€ yang penting nge-gasss dulu. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€ Salah nggakpapa, namanya juga belajar.

Istikharah juga ho-oh. Bener-bener berusaha melepaskan diri dari keinginan pribadi. Terserah Allah aja deh, mau ditaro dimana, yang penting aku bisa belajar agama, punya guru-guru bersanad, bisa mengamalkan ilmu untuk diri sendiri, keluarga dan jadi manfaat buat lingkungan.

Wallahu’alam.
Mohon doanya, ya Gais. πŸ™πŸ™

Kategori
ASAKU

Hanya Mengikuti Dorongan Hati

Jadi setelah menyerahkan berkas pendaftaran ke dua perguruan tinggi Ilmu Al Quran di Ciputat, dijadwalkan placement test – nya 26 Juni dan 1 Juli 2021 in shaa Allah, sebelum Ramadhan anakku nge-Share info kuliah syariah di Universitas Terbuka www. iou.edu.gm yang sebelum pandemi pun KBM-nya 100% daring.

Foundernya bernama Dr Bilal Philips orang Afrika berkewarganegaraan Kanada. Jadi nggak heran kalo liat dari URL-nya, kampus ini lokasi kantornya di Gambia, benua Afrika. Pengajar-pengajarnya lulusan Makkah Madinah.

Tidak ada batasan usia. Tidak ada placement test. Hanya saja, bahasa pengantarnya 100% bahasa enggres. Dan karena ijasah S1-ku bukan syariah, kalo mau gabung program postgraduate MAIS (S2) maka aku harus wajib kudu fardhu melalui 3 semester Bridge to MAIS dulu. Entar abis lulus dari BMAIS baru deh ‘nyemplung 4 semester MAIS, Master of Art Islamic Studies. Total 7 semester, kalo lancar.

Biaya pendaftaran di IOU cuma USD 10 atau IDR 145.ooo, – bisa transfer ke rekening bank perwakilan mereka di Yogyakarta dan ada nomer kontaknya juga. Jadi kalo kurang jelas, bisa nanya-nanya beliau dulu. SPPnya bisa dibilang terjangkau, 3jutaan per semester. Rupiah.

Kemarin mereka minta dikirimi ijasah S1 aku yang udah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah, dan disahkan oleh pihak universitas dan atau notaris. Aku tanya mas Adi Wira, minta rekomendasi dimana. Citralingua. Kuhubungi nomer WhatsApp nya, kenalan, dan menyampaikan hajatku. Syaratnya cuma nyerahin scan PDF ijasahku. Mereka beresin dalam 24 jam. Sudah cap dan tanda tangan notaris. Diantar ke rumahku. Biaya Rp 250.ooo.

Hari ini ditemenin anakku, kami sowan ke Kampus Gunadarma lagi, minta legalisir ijasah yang sudah diterjemahkan dan disahkan notaris. Selesainya 7 Juni 2021 in shaa Allah, dan rencananya langsung mau kubawa ke DHL sesuai rekomendasi mas Adi Wira.

Kalo ditanya, hati lebih condong pengennya belajar dimana? Jelas di IIQ or PTIQ doung, yang bahasa pengantarnya bahasa endonesah, dan waktu belajarnya (kalo lancar) cuma 4 semester. Tapi nyali ku emang agak-agak gentar bin ciyyut bin minder akutu, secara saingannya Ustadz, Habaib, yang bahasa Arabnya udeh kayak air sungai Gunung Salak, jernih lancar banget. Makdredegh! πŸ˜€

Aku tetep sih, masih lanjutin, ikhtiar, usaha, belajar, nerusin kursus bahasa Arab intensip. Percakapan, nahwu, shorof. Baca Quran mulai bisa tadabur maknanya, dikiit-dikiit. Mulai berani baca kitab gundul walaupun masih banyakan salahnya dari pada benernya. πŸ˜€ yang penting nge-gasss dulu. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€ Salah nggakpapa, namanya juga belajar.

Istikharah juga ho-oh. Bener-bener berusaha melepaskan diri dari keinginan pribadi. Terserah Allah aja deh, mau ditaro dimana, yang penting aku bisa belajar agama, punya guru-guru bersanad, bisa mengamalkan ilmu untuk diri sendiri, keluarga dan jadi manfaat buat lingkungan.

Wallahu’alam.
Mohon doanya, ya Gais. πŸ™πŸ™

Kategori
ASAKU

Hanya Mengikuti Dorongan Hati

Jadi setelah menyerahkan berkas pendaftaran ke dua perguruan tinggi Ilmu Al Quran di Ciputat, dijadwalkan placement test – nya 26 Juni dan 1 Juli 2021 in shaa Allah, sebelum Ramadhan anakku nge-Share info kuliah syariah di Universitas Terbuka www. iou.edu.gm yang sebelum pandemi pun KBM-nya 100% daring.

Foundernya bernama Dr Bilal Philips orang Afrika berkewarganegaraan Kanada. Jadi nggak heran kalo liat dari URL-nya, kampus ini lokasi kantornya di Gambia, benua Afrika. Pengajar-pengajarnya lulusan Makkah Madinah.

Tidak ada batasan usia. Tidak ada placement test. Hanya saja, bahasa pengantarnya 100% bahasa enggres. Dan karena ijasah S1-ku bukan syariah, kalo mau gabung program postgraduate MAIS (S2) maka aku harus wajib kudu fardhu melalui 3 semester Bridge to MAIS dulu. Entar abis lulus dari BMAIS baru deh ‘nyemplung 4 semester MAIS, Master of Art Islamic Studies. Total 7 semester, kalo lancar.

Biaya pendaftaran di IOU cuma USD 10 atau IDR 145.ooo, – bisa transfer ke rekening bank perwakilan mereka di Yogyakarta dan ada nomer kontaknya juga. Jadi kalo kurang jelas, bisa nanya-nanya beliau dulu. SPPnya bisa dibilang terjangkau, 3jutaan per semester. Rupiah.

Kemarin mereka minta dikirimi ijasah S1 aku yang udah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah, dan disahkan oleh pihak universitas dan atau notaris. Aku tanya mas Adi Wira, minta rekomendasi dimana. Citralingua. Kuhubungi nomer WhatsApp nya, kenalan, dan menyampaikan hajatku. Syaratnya cuma nyerahin scan PDF ijasahku. Mereka beresin dalam 24 jam. Sudah cap dan tanda tangan notaris. Diantar ke rumahku. Biaya Rp 250.ooo.

Hari ini ditemenin anakku, kami sowan ke Kampus Gunadarma lagi, minta legalisir ijasah yang sudah diterjemahkan dan disahkan notaris. Selesainya 7 Juni 2021 in shaa Allah, dan rencananya langsung mau kubawa ke DHL sesuai rekomendasi mas Adi Wira.

Kalo ditanya, hati lebih condong pengennya belajar dimana? Jelas di IIQ or PTIQ doung, yang bahasa pengantarnya bahasa endonesah, dan waktu belajarnya (kalo lancar) cuma 4 semester. Tapi nyali ku emang agak-agak gentar bin ciyyut bin minder akutu, secara saingannya Ustadz, Habaib, yang bahasa Arabnya udeh kayak air sungai Gunung Salak, jernih lancar banget. Makdredegh! πŸ˜€

Aku tetep sih, masih lanjutin, ikhtiar, usaha, belajar, nerusin kursus bahasa Arab intensip. Percakapan, nahwu, shorof. Baca Quran mulai bisa tadabur maknanya, dikiit-dikiit. Mulai berani baca kitab gundul walaupun masih banyakan salahnya dari pada benernya. πŸ˜€ yang penting nge-gasss dulu. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€ Salah nggakpapa, namanya juga belajar.

Istikharah juga ho-oh. Bener-bener berusaha melepaskan diri dari keinginan pribadi. Terserah Allah aja deh, mau ditaro dimana, yang penting aku bisa belajar agama, punya guru-guru bersanad, bisa mengamalkan ilmu untuk diri sendiri, keluarga dan jadi manfaat buat lingkungan.

Wallahu’alam.
Mohon doanya, ya Gais. πŸ™πŸ™

Kategori
KESEHATAN MELANCONG WAWASAN

Sekilas Meditasi

Catatan pribadi, dari kelas Meditasi kemarin. Boleh jadi berbeda dengan pemahaman orang lain.

Meditasi itu bukan bertapa. Bukan juga mengosongkan pikiran.
Meditasi hanyalah mekanisme untuk menenangkan diri. Paradigmanya memberdayakan.

Macam-macam Meditasi:

1. Mindfulness meditation οƒ  pay attention, be present, right now, no-judging. Bisa dilakukan ketika mandi, rasakan air yang mengguyur kulit, alirannya, suhunya, dengarkan suaranya. Bisa dilakukan juga ketika makan, minum, menggosok gigi, ngobrol dengan orang lain fokus tanpa keinginan menilai atau menginterupsi.

2. Vipassana meditation. οƒ  bagaimana menjadi observer, mengamati emosi yang hadir, tanpa reaksi. Hanya mengenali dan mengamati saja emosi yang datang. Jangan bereaksi. Nanti dia (si emosi) akan berlalu, pergi. Emosi mempengaruhi pikiran. Pikiran mempengaruhi energi. Kemarahan membuat cepat lelah. Kebahagiaan, jatuh cinta, membuat manusia lebih kuat, lebih kreatif.

3. Sound meditation. οƒ  mendengarkan sesuatu bunyi-bunyian secara detail, gemericik air mengalir di sungai misalnya, dengarkan apa adanya, tanpa judging, tanpa menganalisa, ini juga merupakan Meditasi.

Ketika mengalami kecemasan, kita bisa mengatasinya dengan cara melakukan Grounding.
Grounding ada empat cara:
1. Menggunakan indera penciuman οƒ  temukan dua macam bau di sekitar anda, fokus pada bau-bauan itu. Aromaterapi misalnya. Tidak harus wangi lavender.
2. Menggunakan indera pendengaran οƒ  temukan dua bunyi di sekitar anda, fokus pada bunyi-bunyian itu. Detik jarum jam, misalnya. Atau hembusan suara pendingin ruangan.
3. Menggunakan indera penglihatan. οƒ  temukan dua benda di sekitar anda, fokus pada detil benda itu. Henfon misalnya, bagaimana lekukannya, tutsnya, warnanya, casingnya.
4. Kinestetik, bergerak. οƒ  ubah posisi duduk, ubah posisi berdiri, stretching, berjalan, atau olahraga.

Relevansinya dalam ibadah orang islam, bagaimana?

Mindfulness atau grounding bisa lewat latihan sholat khusyu, pahami bacaan, hayati, mulai takbir, alfatihah, rukuk, sujud, tahiyat, dan setiap perpindahan gerakan dilakukan dengan tuma’ninah yang sempurna. Wallahu’alam bish showab.

Langsung praktek.

img-20200719-wa00062865137651762361256.jpg

Kategori
ASAKU COVID-19 KESEHATAN

Makna Tawakal?

Ketika saya ditanya, “Bagaimana menyikapi bahaya kopitnaintiin lima bulan terakhir?”

Saya masih berusaha disiplin menjaga protocol kesehatan, untuk diri sendiri. Keluar rumah hanya untuk alasan mendesak. Tapi Piknik, jadi mendesak saat butuh olahraga di ruang terbuka, menghirup udara segar, dan mandi matahari pagi. Cari tempat dan waktu yang sepi. Pergi menginap hanya sama si temen bobok, atau sama keluarga yang tinggalnya serumah. Hindari keramaian.

Staycation.

img-20200719-wa00205318350510464368554.jpg

Kalo bosen masakan sendiri, pergi ke warung makan / cafe / resto yang punya meja kursi luar ruangan, berkunjungnya pada jam sepi pengunjung.

p_20200725_172641_p7884097980366609771.jpg

Tetap berusaha disiplin amalin protocol. Kalo gak mendesak banget ya di rumah aja. Keluar 🏠 pake masker, jaga jarak, rajin cuci tangan pake sabun.

Beberapa kali nerima tamu di rumah, di luar pager aja, ngobrol sambil berjemur β˜€οΈ

Sampai hari ini masih konsisten minum jus sayur, makan buah, ikan-ikanan, ayam, daging, telur, minyak ikan omega3, sesekali minum sari kunyit, teh hijau, teh putih tapi nggak tiap hari. Mendetoks tubuh dengan puasa dan meditasi. Olahraga low impact di kamar dengan bantuan aplikasi yoga / workout from home. Banyak doa, dzikir pagi petang, sholat, tilawah, sedekah, dan mohon perlindungan dari bala.

Just do the best and let God takes care the rest.