Kategori
MELANCONG

Mabit di Daarut Tauhiid Bandung akhir 2019.

Mabit di Daarut Tauhid 5-6 Desember 2019.

Hari Senin pagi masih di Cirebon, iseng-iseng booking penginapan via aplikasi Tr*v***k* untuk Kamis-Jumat 5-6 Des 2019. Alhamdulillah berhasil dapat kamar di bed and breakfast Daarul Jannah Cottage.

Biasanya gagal terus, fully booked terus, kalah cepet terus. Kamis sampai Ahad di pekan pertama memang penginapan terdekat dengan masjid ini selalu dipenuhi oleh jamaah lintas provinsi.

Saya menginap bersama sahabat, Hariyani Kaharudin Said asal Cibubur, dan
dan Heti Tarheti jamaah asal Subang.

Penginapan ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari Masjid DT dan selalu sold out setiap Kamis sampai Ahad pekan pertama, dipesan oleh jamaah dari mana-mana.

Ada banyak pilihan penginapan di sekitar Masjid, tapi yang saya lihat di aplikasi ag*d*, reddoorz, dan trav***** hanya MQ guest house, allure guest house, daarul jannah cottage. Selain tiga itu, booking harus by phone dan kirim bukti transfer via fax/email ke pihak penginapan.

Sebetulnya bisa juga mabit di masjid, jamaah wanita di lantai tiga. Tapi naik turun tangganya kalo perlu ke toilet atau berwudhu, lumayan cihuy. Juga pertimbangan keamanan barang berharga dan kenyamanan beristirahat. Secara, kondisi Heti dan saya sudah tidak sama lagi dibanding tahun-tahun sebelum menjalani kemoterapi.

Jadi, tiap ke DT saya selalu memesan kamar pribadi di penginapan. Masjid hanya untuk sholat, dan nyimak kajian.

Takjub liat Kang Parkir DT, buka puasa, makannya nggak berdiri, basmalah, tawadhu, jaga adab banget. Ma Syaa Allah 💖

Kategori
MELANCONG

Kado Milad ke-47

Kado Milad dari keluarga hebat.

Ma Syaa Allah tabarakallah.

Perjalanan santuy jalur darat rute Jakarta – Semarang – Kudus – Dieng – Cirebon – Jakarta. Lewat jalan toll super mehong! Subhanalloh! Lihat saldo e-money. Saya kaget! 😊😊

Di Semarang, hanya main ke Lawang Sewu, Simpang Lima, dan Kota Tua.

Di Kudus, kami mengunjungi sepupu dari keluarga bapak. Seorang sepupuku usianya 74 tahun, lebih senior 4 tahun dari ibuku, dan aku harus memanggil beliau, “Mbak Farida. ” …. O my God. 😊

Di Dieng Wonosobo, saya terima tantangan suami, “Jam 3 pagi jalan nanjak 800 meter medan agak terjal, kamu kuat nggak Fi? ”

Saya cuma jawab, “Semoga Alloh ijinkan, ya..”

Alhamdulillah berkat pertolongan Alloh, setelah satu jam lebih mendaki, 3-4 kali istirahat, ambil napas panjang, kadang menaiki anak tangga harus setengah sujud, dengkul sempfet gemeteran, tapi senyum-senyum melihat ulah anak muda tinggi besar yang mengeluh minta countepain 😊😊 kami sampai di Gardu Pandang Utama Puncak Sikunir.

Turunnya, tak kalah menantang juga. Banyak wisatawan yang terpeleset, jatuh duduk. Karena tanahnya licin dan anak tangganya tinggi. Ada sih batang kayu buat pegangan. Tapi banyak rusak, goyang, kurang stabil.

Saran saya, pakai alas kaki yang memang peruntukannya, naik gunung. Kurangi beban bawaan. Atur napas. Jangan tergesa-gesa dan jangan terlalu lambat juga. Dzikrullah yang banyak. Takbir. Tasbih. La haula wa la quwata illa biLLah. Sholawat.

Penginapan, kami pesan kamar lewat aplikasi agoda dan reddoorz, cari mana yang lebih iyes hemat, lokasi strategies, dekat pasar atau minimart, akses jalannya bagus, dan lahan parkir luas.

Wisata kuliner Lunpia Cik Me Me (sertifikat Halal MUI), Soto Bangkong, Garang Asem Sari Rasa Kudus, Nasi Jamblang Bu Nur Cirebon, dan tentu saja blusukan jajan makanan lokal di pasar.

Segala puji bagi Allah yang dengan kehendak-Nya segala ni’mat menjadi sempurna. 🤲

28 Nov – 02 Des 2019.

Kategori
MELANCONG WAWASAN

Lembah Harau Payakumbuh

Sat, 23 Sep 2017.

Travelling ke Sumatera Barat, belum lengkap rasanya tanpa mengunjungi Payakumbuh objek wisata yang satu ini, yaitu Lembah Harau. Bahkan, karena keindahannya, Lembah Harau dikatakan mirip dengan Lembah Yosemite ala Indonesia yang ada di Taman Nasional Yosemite, Sierra Nevada California.

Lembah Harau adalah sebuah ngarai dekat kota Payakumbuh di kabupaten Limapuluh Koto, provinsi Sumatra Barat.

Lembah Harau diapit dua bukit cadas terjal dengan ketinggian mencapai 150 meter berupa batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter.

Untuk menuju ke Lembah Harau, dapat dicapai dari terminal Aur Kuning, Bukittinggi. Menuju Kabupaten Lima Puluh Kota yang berjarak 45 kilometer dari Bukittinggi. Dengan menggunakan bus jurusan Payakumbuh yang berjarak 15 km dari Lembah Harau, bisa dilanjutkan dengan bus jurusan Sari Lama. Lama perjalanan dari Payakumbuh bisa ditempuh dalam waktu setengah jam.

Transportasi umum siap mengantarkan Anda yang datang melalui Bukittinggi. Menyewa minivan atau sepeda motor akan memastikan waktu berkunjung Anda di dataran tinggi Minangkabau lebih tepat. dan inilah salah satu lembah terindah di Indonesia.