Kategori
COVID-19 RETJEHAN

Orang Yang Tidak Peduli Pandemi itu Egois.

Kenapa sih, aku belum berkenan terima tamu? Kenapa aku masih menolak undangan kopdar, kondangan, bahkan acara kumpul-kumpul skala kecil dua-tiga orang? Kenapa aku hanya berani makan di resto sepi di pagi hari sebelum jam makan siang? Kenapa aku masih kuat menahan diri tidak traveling, padahal godaan tiket pesawat dan hotel banting harga gokil? Kenapa aku masih memilih KBM daring dari pada tatap muka? Kenapa aku ridho belanja sayur online dari pada datengin pasar?

Karena….

I might not be overthinking. Tidak semua orang beruntung hanya jadi OTG ya. Tidak semua orang beruntung, hanya 10-14 hari isoman, auto negatip. Tidak semua orang beruntung, terbebas dari efek samping long-covid. Tidak semua orang beruntung, rezekinya mendapat layanan dan fasilitas sesuai kebutuhan pasien. Tidak semua orang beruntung, pulang dari Wisma Atlit kembali ke pelukan keluarganya dalam keadaan sehat sukacita. Tidak semua orang. Tidak pernah ada jaminan.

Karena…..

Aku sayang suamiku. Aku sayang anak-anakku. Aku nggak mau mereka sakit. Aku nggak mau kehilangan orang-orang yang kusayangi hanya karena keteledoran dan keegoisanku. Aku hanya mau melihat mereka panjang umur, bahagia, sehat wal’afiyat.

Karena………

Aku masih trauma berurusan dengan rumah sakit, tahun 2018-2019, bolak balik ditusuk jarum 18-22, selang infus, pisau operasi, obat-obatan kimia, kehilangan waktu produktif. Walaupun mendapat fasilitas VIP tapi suwer… Sakit itu ENGGAK ENAK. Sakit itu ngerepotin banyak orang. Tabiat orang sakit cenderung buruk, ngeselin, bikin orang lain musti banyak-banyak istighfar. Padahal manusia terbaik adalah orang yang paling bermanfaat, rahmatan lil’alamiin. Jadi, sebisa-bisanya, sekuat-kuatnya, aku berusaha menutup segala celah berurusan dengan rumkit.

Please Ya Rabb, mohon perlindungan-Mu.

Ujiannya adalah… Ketika orang rumah sendiri yang masa bodoh bahwa pandemi masih ada. Masa bodoh, yang penting gue hepi, kongkow ama temen, maen catur, hepi, hepi, hepi. Jadi pengen kunciin pintu pager aja deh. Silakan puas-puasin kongkow-kongkow, main catur sepuasnya, nggak usah pulang tapinya.

#$%&¥£¢€$#%@*&¥

Cerita ini bukan tentang suamiku. Bukan tentang anak-anakku. Jangan kepo. 😊
Menulis melepaskan kekesalan.

Betapa kangennya aku duduk di majelis ilmu, berada di tengah-tengah orang-orang shalih-shalihaat. Betapa kangennya aku pada kelas-kelas tatap muka. Betapa kangennya aku pada sahabat-sahabatku. Orang ekstrovert itu mendapat semangat, energi baru, setelah bertemu dengan orang banyak. Orang tipe kinetik membutuhkan sentuhan, berpelukan dengan sahabat-sahabat. Kangen banget akutu ama klean Gaiss.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s